This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 16 Desember 2013

UAS EPO NON REGULER C 19 APRIL 2014


 PROGRAM PASCASARJANA STISIPOL CANDRADIMUKA PALEMBANG
MANAJEMEN ADMINSTRASI PUBLIK

UJ1AN AKHIR SEMESTER I 
MATA KULIAH : ETIKA PERILAKU ORGAN1SASI
HARI/JAM : SABTU, 19 APRIL2014
KELAS/RUANG : NON REGULER C 
DOSEN : YULIA TRI SAMIHA
Abdullah Alkaf ingin menjadi manajer. Dia menyukai mata kuliah akuntansi, keuangan, dan pemasaran. Hal hal tersebut memberinya beberapa jawaban yang jelas dan tepat. Sekarang profesor pengajar prilaku organisasi di tempat ia kuliah mengatakan bahwa benar benar terdapat sangat sedikit jawaban yang jelas dan tepat untuk mengelola orang. Profesor itu telah membahas tantangan yang muncul, latar belakang sejarah, dan sejumlah cara dimana konsep ilmu prilaku memainkan peranan penting.Abdullah Alkaf sangat bingung. Dia kesekolah untuk mendapatkan jawaban bagaimana menjadi manajer yang efektif, tetapi pelajaran ini kelihatannya tidak mengarah pada tujuan tersebut.

1. Bagaimana anda mengurangi kecemasan Abdullah Alkaf ? Bagaimana matakuliah prilaku organisasi membuatnya menjadi manajer yang lebih baik ?
2. Mengapa profesor mulai dengan pengantar singkat mengenai tantangan yang muncul ?
3. bagaimana mata kuliah prilaku organisasi berbeda dari mata kuliah dalam bidang lain seperti akuntansi, keuangan, atau pemasaran ?

UAS EPO REGULER A 11 APRIL 2014

PROGRAM PASCASARJANA STISIPOL CANDRADIMUKA PALEMBANG
MANAJEMEN ADMINSTRASI PUBLIK

UJ1AN AKHIR SEMESTER I
MATA KULIAH : ETIKA PERILAKU ORGAN1SASI
HARI/JAM : JUMAT, 11 APRIL 2014
 KELAS/RUANG : REGULER A
DOSEN : YULIA TRI SAMIHA

SOAL
 L Ahmad Ridwan adalah wakil presiden pemanufakturan dan operasional dari perusahaan farmasi berukuran sedang di Singapura. Ahmad Ridwan punya gelar Ph.D. dalam bidang kimia, tetapi tidak terlibat secara langsung dalam penelitian dan pengembangan produk baru selama 20 tahun. Ketika mulai mengelola operasi,  Ahmad Ridwan, yang semula “belajar keras” menjadi “organisasi kerjasama”. Perusahaan tidak punya masalah pergantian karyawan (turnover), tetapi jelas bagi Ahmad Ridwan dan personel manajemen kunci bahwa orang yang bekerja perjam hanya bekerja delapan jam sehari. Mereka tidak bekerja dengan potensi penuh.  Ahmad Ridwan sangat sedih dengan situasi tersebut karena dengan biaya yang meningkat, satu satunya jalan bagi perusahaan agar dapat terus berhasil adalah meningkatkan produktivitas orang yang bekerja perjam. Ahmad Ridwan memanggil manajer sumber daya manusia, Heriyanto dan berkata, “apa yang terjadi dengan orang kita? Survei gaji menunjukkan bahwa kita membayar paling tinggi di daerah ini, kondisi kira luar biasa, dan benefit kita sangat menggiurkan. Tetapi orang masih belum termotivasi. Sebenarnya apa yang mereka inginkan di dunia ini?” Heriyanto menjawab, “Saya telah memberitahu anda dan presiden berkali kali bahwa uang, kondisi, dan benefit tidaklah cukup. Karyawan juga memerlukan hal lain agar termotivasi. Saya juga telah melakukan beberapa wawancara rahasia dengan beberapa pekerja dengan upah perjam, dan mereka mengatakan bahwa mereka tidak termotivasi karena tidak peduli betapa keras mereka bekerja, mereka memperoleh gaji dan kesempatan yang sama dengan rekan kerja yang hanya bekerja asal-asalan..”Ahmad Ridwan menjawab,” baiklah, anda adalah ahli motivasi. Apa yang harus kita lakukan? Kita harus meningkatkan kinerja mereka.”
1. Jelaskan”masalah motivasi” dalam organisasi tersebut dalam konteks model kepuasan dari Maslow. Apa “hal lain” yang dimaksud oleh manajer SDM dalam pembicaraan (selain uang, kondisi, dan benefit yang diperlukan untuk memotivasi karyawan) ?
2. Bagaimana anda merespon pertanyaan dan pernyataan terakhir Ahmad Ridwan jika anda adalah manajer SDM di perusahaan tersebut ?

UAS EPO REGULER DE 11 APRIL 2014

PROGRAM PASCASARJANA STISIPOL CANDRADIMUKA PALEMBANG
MANAJEMEN ADMINSTRASI PUBLIK

UJ1AN AKHIR SEMESTER I 
MATA KULIAH : ETIKA PERILAKU ORGAN1SASI
HARI/JAM : JUMAT, 11 APRIL 2014
KELAS/RUANG :   REGULER DE
DOSEN : YULIA TRI SAMIHA

SOAL
A. Anda mengepalai sebuah departemen kecil dan punya tiga bawahan, Andi Marbayu Setiawarman, Apri Anta,dan Rayendra Abadi. Kunci sukses departemen anda adalah membuat karyawan punya motivasi sebesar mungkin. Berikut ini adalah profil ringkas masing-masing bawahan anda.
Andi Marbayu Setiawarman  adalah tipe karyawan yang sulit digambarkan. Catatan kehadirannya jauh lebih tinggi dari rata rata. Dia sangat bahagia dengan keluarganya (istri dan tiga anaknya yang masih kecil) dan berfikir merekalah sumber hidupnya. Cara terbaik untuk mendeskripsikan Abubakar adalah dia tipe pria generasi hippie dan sangat yakin dengan nilai budaya tersebut. Akibatnya dia hanya sedikit terinspirasi dengan hal yang ditawarkan perusahaan. Dia merasa bahwa pekerjaan hanya alat untuk membiayai kebutuhan dasar keluarganya. Secara keseluruhan, Andi Marbayu Setiawarman mampu melakukan pekerjaan dan sangat bersungguh sungguh, tetapi semua usaha untuk membuatnya melakukan sesuatu yang lebih, telah gagal. Dia menawan dan bersahabat, tapi dia tidak “antusias” dengan perusahaan. Dia hanya akan melakukan sesuatu sejauh standar minimal kinerja.
Dalam banyak hal, Apri Anta berlawanan dengan Andi Marbayu Setiawarman seperti Andi Marbayu Setiawarman dia adalah pria yang menyenangkan, tetapi Apri Anta merespon aturan dan skema kompensasi perusahaan dengan baik dan punya tingkat loyalitas pribadi yang tinggi pada perusahaan. Masalahnya adalah,Apri Anta tidak akan melakukan pekerjaan secara independen. Dia dapat bekerja dengan baik melalui apa yang ditugaskan padanya, tetapi tidak kreatif dan bahkan tidak dapat diandalkan saat dia bekerja sendiri.
Dia adalah orang yang relatif pemalu yang tidak begitu tegas saat berhubungan dengan orang di luar departemen. Hal itu memperburuk kinerjanya dalam beberapa hal karena dia tidak dapat menjual dirinya atau departemennya kepada departemen lain dalam perusahaan atau pada jajaran manajemen puncak.
Sebaliknya,Rayendra adalah orang yang tegas. Dia akan bekerja untuk uang dan siap ganti pekerjaan demi uang. Dia benar-benar bekerja keras demi perusahaan, tetapi juga berharap perusahaan bekerja untuknya. Dalam pekerjaannya sekarang, dia tidak merasa cemas dengan 60 jam seminggu, jika memang menghasilkan uang. Meskipun dia punya keluarga dan membiayai ayahnya yang sudah tua, dia pernah keluar dari pekerjaannya saat majikannya tidak memberi kenaikann premis, padahal dia sudah bekerja keras. Dia sangat berjiwa pemimpin. Manajer di tempat kerja terakhirnya mengindikasikan bahwa meskipun Rayendra melakukan pekerjaaan yang luar biasa bagi perusahaan, tetapi kepribadiannya begitu kuat sehingga mereka dengan senang hati memecatnya. Mantan bosnya mengatakan bahwa Rayendra sepertinya sangat berambisi. Jika bukan karena uang, pastilah untuk benefit yang lebih baik. Ia sepertinya tidak pernah puas.
1. Dapatkan anda menjelaskan motivasi Andi Marbayu Setiawarman , Apri Anta dan Rayendra menurut model motivasi kerja ?
2. Bagaimana teori ekuitas diterapkan untuk menganalis motivasi Andi Marbayu Setiawarman , Apri Anta dan Rayendra ?



Senin, 11 November 2013